Ini 7 Kesalahan Saat Memilih KPR yang Harus Dihindari - Mortgage Master Blog

Ini 7 Kesalahan Saat Memilih KPR yang Harus Dihindari


- by Bunga Kusuma
<a href='https://www.freepik.com/photos/woman'>Woman photo created by 8photo - www.freepik.com</a>

Kredit pemilikan rumah atau KPR bukanlah barang baru di industri keuangan. Namun kenyataannya, masih banyak orang yang belum memahami produk pembiayaan ini sepenuhnya. Bahkan, tak jarang yang melakukan sejumlah kesalahan saat memilih KPR, sehingga berdampak kepada kondisi keuangan.

Padahal, kesalahan yang kita lakukan saat memilih KPR imbasnya bisa kita rasakan hingga bertahun-tahun ke depan. Kenapa? Sebab KPR merupakan pinjaman jangka panjang yang jumlahnya sangat besar. Bahkan bagi kebanyakan orang, KPR merupakan utang terbesar dan terlama yang mereka miliki.

Oleh karena itu, sangat penting untuk memilih kredit rumah dengan teliti dan cermat. Jangan sampai kesalahan kecil yang Anda lakukan saat ini berujung kepada kondisi finansial yang berantakan di masa depan.

Berikut ini sejumlah kesalahan saat memilih KPR yang perlu Anda hindari.

1. Terburu-buru

Saking semangatnya membeli rumah baru, banyak orang yang kemudian jadi terburu-buru memilih KPR. Pikirnya, “KPR apa saja, yang penting bisa beli rumah.”

Nah, pikiran seperti ini yang harus kita buang jauh-jauh. Sebab, memilih KPR yang tepat sama pentingnya dengan memilih rumah yang tepat untuk kita. Jadi santai saja dan gunakan waktu Anda sebaik mungkin untuk memilih kredit rumah yang benar-benar paling baik.

2. Langsung mengambil KPR yang ditawarkan pengembang

Kesalahan yang satu ini biasanya dilakukan oleh mereka yang ingin gampang dan cepat mendapatkan KPR.

Pengembang rumah biasanya memiliki beberapa partner bank untuk mendukung penjualan unit mereka. Jadi ketika ada calon pembeli yang berminat menggunakan KPR, mereka akan menyodorkan produk KPR dari bank partner tersebut. Tentunya dengan disertai iming-iming promo bunga atau proses pengajuan yang cepat.

Padahal, tak selamanya KPR yang ditawarkan tersebut merupakan yang terbaik bagi kita. Oleh karena itu, sangat disarankan untuk tetap mencari dan membandingkan produk-produk KPR secara mandiri. Tentu jika setelahnya kita mendapati bahwa KPR yang disarankan pengembang ternyata masih lebih menguntungkan, kita bisa memilih opsi tersebut nanti.

3. Tidak riset dan membandingkan KPR yang ada

Produk KPR dari perbankan itu jumlahnya sangat banyak, dan tiap produk memiliki kelebihan serta kekurangan masing-masing. Sehingga wajar kalau kita perlu melakukan riset dan membandingkan tiap-tiap produk yang ada demi menemukan yang paling tepat untuk kantong kita.

Melakukan riset produk KPR sangatlah mudah. Cukup bermodalkan gadget dan jaringan internet, maka kita sudah bisa mengecek dan membandingkan produk-produk KPR secara online. Situs yang bisa Anda tuju untuk mendapatkan info produk KPR adalah situs perbandingan produk keuangan. Di situs ini Anda bisa membandingkan fitur tiap produk, mulai dari bunga, tenor, batas plafon, sampai simulasi cicilan KPR.

Jika sudah mengerucutkan pilihan, barulah Anda bisa menghubungi langsung kontak pihak bank yang kredit rumahnya Anda minati. Tanyakan lebih lanjut soal produk KPR mereka agar Anda bisa memutuskan mana yang paling baik.

4. Tidak memahami produk KPR

kesalahan-memilih-kpr-1.jpg

Bagaimana bisa memilih KPR terbaik kalau kita saja tidak mengerti soal produknya? Ini ibarat memilih apel hijau atau apel merah, tapi tidak tahu apel itu apa.

Jadi untuk bisa mendapatkan kredit rumah yang paling tepat, kita harus tahu dulu bibit-bebet-bobot dari produk KPR sendiri.

Edukasi diri Anda dengan memahami soal produk pembiayaan ini. Mulai dari definisi, jenis, manfaat, cara kerja, sampai persyaratannya. Dengan begitu Anda bisa memiliki bekal dan amunisi untuk memilih produk KPR yang terbaik.

(Baca: KPR (Kredit Pemilikan Rumah): Definisi, Manfaat, Cara Pengajuan)

5. Tidak melihat besar bunga floating

Umumnya, bank akan menawarkan KPR dengan suku bunga mix, yakni bunga tetap dan bunga floating. Bunga tetap biasanya ditawarkan hanya pada periode awal cicilan, biasanya sampai lima tahun pertama. Setelahnya akan berlaku bunga floating atau mengambang yang besarnya mengikuti suku bunga acuan Bank Indonesia (BI).

Masalahnya, ketika menawarkan produk KPR, pihak bank biasanya hanya mencantumkan besar bunga tetap. Dan kita sebagai konsumen sering lalai menanyakan soal besar bunga floating. Padahal bunga inilah yang berlaku lebih lama dalam masa pinjaman. Kesalahan ini kemudian berdampak kepada cicilan KPR yang membengkak signifikan setelah masa bunga tetap berakhir.

Meskipun besar bunga floating berubah-ubah mengikuti suku bunga BI, namun tiap bank memiliki benchmark bunga floating yang berlaku untuk periode tertentu. Bunga ini disebut suku bunga dasar kredit atau SBDK, dan besarnya berbeda-beda untuk setiap bank.

6. Mudah tergoda promo DP nol persen

Saat ini banyak kita temukan tawaran rumah dengan DP atau uang muka nol persen dari pengembang. Bisa beli rumah tanpa harus menyiapkan uang DP, siapa yang tak tergoda?

Tapi hati-hati, tawaran seperti ini biasanya ada konsekuensinya. Umumnya pihak pengembang akan mensyaratkan Anda untuk menggunakan KPR dari bank tertentu untuk bisa mendapatkan promo tersebut. Dan seperti yang sudah dijelaskan di atas, KPR bank yang bermitra dengan pengembang belum tentu yang terbaik untuk kita.

Cek dan cermati besar bunga yang ditawarkan oleh bank tersebut. Lihat juga skema bunga dan simulasi cicilannya agar Anda yakin bahwa KPR tersebut menguntungkan untuk keuangan kita dalam jangka panjang.

7. Tidak menyiapkan biaya ekstra untuk pengajuan KPR

Kesalahan yang satu ini sangat umum ditemukan terutama di kalangan pembeli rumah pertama.

Karena belum berpengalaman mengajukan KPR, maka masih banyak yang belum tahu bahwa pengajuan KPR juga membutuhkan biaya tersendiri di luar DP rumah. Akibatnya, meski pengajuan KPR disetujui, akad kredit gagal terlaksana lantaran calon nasabah tak mampu menyediakan dana tunai yang dibutuhkan.

Jadi bagi Anda yang berniat membeli rumah dengan KPR, Anda perlu menyiapkan budget tersendiri untuk kebutuhan biaya-biaya KPR ini. Biaya-biaya yang dimaksud, meliputi biaya admin dan provisi bank, biaya appraisal rumah, biaya notaris, biaya asuransi, dan lain-lain. Amannya, siapkan dana tunai sekitar 6-10% dari plafon KPR untuk keperluan tersebut.

(Baca: Biaya-Biaya KPR yang Perlu Disiapkan Saat Membeli Rumah)

Untuk menghindarkan Anda dari 7 kesalahan saat memilih KPR di atas, Anda bisa menggunakan jasa konsultan KPR online seperti Mortgage Master.

Tim konsultan dari Mortgage Master tak hanya akan mengedukasi Anda soal produk KPR, tapi juga memandu Anda menemukan KPR yang paling tepat, serta memastikan Anda tidak melakukan kesalahan-kesalahan yang bisa berujung kepada kerugian finansial.

Untuk mulai berkonsultasi, Anda cukup mengisi formulir pendaftaran online, dan tim Mortgage Master akan segera menghubungi Anda kembali dalam 1x24 jam di hari kerja. Semua layanan yang diberikan oleh tim kami ini bisa Anda dapatkan secara gratis lho.

Memilih dan mengajukan kredit rumah perlu dilakukan dengan hati-hati dan cermat. Jangan sampai Anda melakukan 7 kesalahan di atas jika tak mau kondisi finansial berantakan di masa depan. Mulailah dengan memahami lebih dulu soal produk KPR, dan dari sana Anda bisa mengerti kriteria KPR yang memang paling cocok untuk Anda.

Posted in KPR on Jul 16, 2021.